KARUBAGA[TOLITV NEWS]-Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kabupaten Tolikara, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Togar Rio Pasaribu, S.E., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tolikara, Selasa (10/3/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya koordinasi lintas sektor dalam menyikapi situasi keamanan yang terjadi di wilayah Tolikara.
Danrem 172/PWY didampingi Kepala Seksi Operasi Korem 172/PWY Kolonel Syarifudin Liwang, S.I.P., M.H.I., beserta rombongan bertolak dari Bandara Sentani, Jayapura, menggunakan pesawat perintis dan tiba di Bandara Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tolikara yang dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, Ketua DPRK Tolikara Meinus Wenda, Ketua DPRK I Wes Kogoya, Ketua DPRK II Meso Penggu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Setelah penyambutan di Bandara Karubaga, rombongan Danrem bersama Bupati Tolikara dan jajaran langsung melanjutkan perjalanan menuju Distrik Kanggime melalui jalur darat guna melakukan peninjauan situasi sekaligus melaksanakan pertemuan koordinasi bersama unsur terkait di wilayah tersebut.
Rapat Koordinasi Lintas Sektor
Setibanya di Distrik Kanggime, rombongan langsung menggelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh agama.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Distrik Kanggime tersebut bertujuan untuk membangun kesepahaman bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Tolikara.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan mencari solusi terbaik terkait peristiwa perampasan satu pucuk senjata yang terjadi sebelumnya.
Pendekatan yang disepakati adalah pendekatan persuasif dan dialogis agar senjata yang dirampas dapat dikembalikan tanpa menimbulkan eskalasi konflik di tengah masyarakat.
Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tolikara tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa serta tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar terkait peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus bekerja menjaga situasi tetap aman.
Kami juga mengharapkan dukungan doa dari seluruh masyarakat agar keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tolikara dapat terus terjaga,” ujar Kapolres.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa perampasan satu pucuk senjata tersebut terjadi di Distrik Nugawi, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Danrem Tekankan Pendekatan Humanis
Dalam kunjungan tersebut, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Togar Rio Pasaribu juga menyempatkan diri bertemu dan memberikan arahan langsung kepada prajurit TNI yang bertugas di Pos Kanggime dan Koramil Kanggime.
Dalam arahannya, Danrem menekankan bahwa keberadaan aparat TNI di wilayah Papua, khususnya di Tolikara, harus mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat melalui pendekatan yang humanis.
Ia mengingatkan seluruh prajurit agar menjaga sikap, perilaku, serta tindakan selama menjalankan tugas sehingga tidak menimbulkan luka atau kekecewaan di tengah masyarakat.
“Tugas kita di sini bukan untuk mengalahkan rakyat, tetapi memenangkan hati dan pikiran mereka.
Jangan sampai ada tindakan sekecil apa pun yang mencederai hati masyarakat. Bahkan dalam pikiran pun tidak boleh ada niat yang merugikan rakyat,” tegas Danrem.
Menurutnya, hubungan antara masyarakat dengan aparat TNI dan Polri ibarat ikan dan air yang saling membutuhkan.
Oleh karena itu, prajurit harus mampu menjadi pelindung dan pengayom yang hadir memberikan solusi bagi masyarakat.
Danrem juga menyampaikan bahwa keberhasilan seorang prajurit dalam menjalankan tugas di daerah penugasan dapat dilihat dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran mereka.
“Jika nanti saat kalian selesai bertugas masyarakat merasa kehilangan bahkan menahan kalian untuk tidak pulang, itu berarti kalian berhasil.
Tetapi jika masyarakat justru merasa senang ketika kalian pulang, itu berarti selama ini mereka merasa tertindas dan tidak merasakan kehadiran kalian sebagai pelindung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Danrem mengingatkan seluruh prajurit untuk selalu fokus, total, dan tuntas dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh negara.
Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara merupakan kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Saya sudah puluhan tahun bertugas di berbagai satuan, mulai dari Kopassus hingga Kostrad.
Yang selalu saya tekankan kepada anggota saya adalah fokus pada tugas, bekerja secara total, dan menuntaskan setiap tanggung jawab yang diberikan negara,” kata Danrem.
Ia juga meminta prajurit untuk terus membangun hubungan yang baik dengan pemerintah distrik, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di wilayah penugasan.
Selain menjaga keamanan, prajurit juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial maupun pemberdayaan masyarakat seperti pertanian dan peternakan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan pendekatan humanis dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Tolikara dapat terus terjaga serta tercipta hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat.[Diskomdigi Tolikara]*
