JAKARTA/JAYAPURA – tolitvnews-Sejumlah elemen masyarakat di 6 Provinsi Papua (Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya) melontarkan kritik pedas terhadap kinerja para wakil rakyat yang kini duduk di Senayan, baik di DPR RI maupun DPD RI. Para wakil rakyat tersebut diminta untuk bercermin pada langkah nyata yang dilakukan oleh Senator Mudah Paul Finsen Mayor, anggota DPD RI dari Papua Barat Daya.
Paul Mayor: Suara Akar Rumput yang Tembus ke Presiden
Publik menyoroti keberanian Paul Finsen Mayor yang secara konsisten dan vokal membawa aspirasi masyarakat adat Papua langsung ke hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Mulai dari isu penolakan sawit, penanganan tambang ilegal di Raja Ampat, hingga permintaan prioritas fasilitas kesehatan dan pendidikan dibandingkan penambahan pangkalan militer.
"Kami melihat perbedaan nyata. Paul Finsen Mayor benar-benar menjadi penyambung lidah rakyat. Dia tidak hanya datang duduk diam, tapi bersuara keras hingga didengar Presiden. Ini yang namanya wakil rakyat yang punya isi otak, bukan cuma badan saja yang besar," ujar salah satu perwakilan masyarakat Papua melalui rilis tertulis hari ini.
Sentilan untuk Legislator "Stelan Kacamata"
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak melihat banyak anggota DPR dan DPD RI dari dapil Papua lainnya yang dinilai hanya menikmati fasilitas kemewahan di Jakarta. Kritikan pedas dialamatkan kepada mereka yang dianggap:
Hanya Gaya (Social Media Style): Lebih sibuk tampil dengan kacamata hitam besar dan mobil mewah (mobil taputar) namun tanpa kontribusi nyata.
Kurangnya Kehadiran di Lapangan: Sering pulang-pergi Jakarta-Papua namun tidak membawa perubahan atau kebijakan yang menyentuh kebutuhan rakyat kecil.
Miskin Gagasan: Dianggap tidak memiliki keberanian bicara dalam forum-forum strategis nasional untuk membela hak-hak orang asli Papua.
Peringatan untuk Tahun Politik
Masyarakat mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan ajang untuk pamer gaya hidup.
Rakyat di 6 Provinsi Papua kini semakin cerdas dalam memantau siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya menjadi "penonton" di Senayan.
"Kami bingung dengan legislator lain, pulang pergi pakai uang negara tapi hasil nol. Jangan sampai rakyat bilang mereka itu otak kosong.
Belajarlah dari Paul Mayor yang berani berdiri untuk harga diri orang Papua. Jika tidak bisa berkontribusi, lebih baik mundur daripada hanya jadi beban negara di Jakarta," tegas pernyataan tersebut. [Read Temin]
#HidupPaulFMayor
#DPDRIPapua
#SuaraRakyatPapua
