KARUBAGA.tolitvnews.Gereja GIDI Ebenhaezer Karubaga melaksanakan Baptisan Selam yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus serta Ibadah Syukuran atas kepercayaan yang diberikan Tuhan melalui Pemerintah Kabupaten Tolikara, pada Minggu, 1 Maret 2026.
Gembala Jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Ebenhaezer Karubaga, Yakob Yikwa, S.Th
Dalam wawancara, Gembala Jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Ebenhaezer Karubaga, Yakob Yikwa, S.Th., menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melayani umat Tuhan sebagai gembala jemaat.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan sakramen baptisan ini merupakan yang ketiga kalinya di Jemaat Ebenhaezer.
Biasanya, program pembaptisan dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tingkat wilayah, klasis, hingga jemaat.
Namun kali ini terjadi secara spontanitas oleh dorongan Roh Kudus, di mana Tuhan sendiri yang menggerakkan jiwa-jiwa untuk dibaptis.
Pada kesempatan tersebut, terdapat satu orang berlatar belakang Muslim dengan orang tua yang berbeda keyakinan (ibu Kristen dan ayah Muslim) yang dengan kesadaran sendiri menyatakan pertobatan dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
Sebelum dibaptis, yang bersangkutan telah melalui pembekalan dan pembinaan agar memahami makna baptisan serta komitmen menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Selain itu, gereja juga membaptis anak-anak binaan Jemaat Ebenhaezer. Secara keseluruhan, terdapat enam orang yang menerima baptisan pada hari tersebut.
Gembala jemaat berharap baptisan ini menjadi langkah awal dalam perjalanan iman mereka. Ia menegaskan bahwa proses pertumbuhan rohani memerlukan pembinaan yang berkelanjutan, sehingga menjadi tanggung jawab gembala dan seluruh majelis untuk membimbing anak-anak dan pemuda agar semakin dewasa dalam iman.
Ibadah pada hari itu juga dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus dan Ibadah Syukuran atas diterimanya Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (PLT) dari Pemerintah Daerah Tolikara kepada jemaat GIDI Ebenhaezer yang dipercayakan memimpin di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tolikara.
Maka Gembala jemaat mengajak seluruh jemaat untuk menaikkan syukur atas kesempatan pelayanan dan pekerjaan yang Tuhan percayakan.
Dalam pesannya, beliau mengutip firman Tuhan dari Kitab Efesus 2:8 yang menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata, bukan hasil usaha manusia, sehingga tidak seorang pun dapat memegahkan diri.
Ia menegaskan bahwa setiap orang yang telah diselamatkan dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik sesuai dengan rencana Tuhan.
Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos.,
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk mewujudkan Tolikara sebagai kota religi atau kota kerohanian.
Beliau mengingatkan bahwa Injil pertama kali diterima oleh orang tua terdahulu sebelum kemudian diberitakan ke berbagai wilayah, baik ke barat, timur, selatan, maupun utara.
Oleh sebab itu, semangat membangun Tolikara sesuai visi kami “Terwujudnya Tolikara yang Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil & Sejahtera.
Terkait musibah kebakaran yang terjadi di ibu kota Karubaga, pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak membangun rumah sebelum proses penataan kembali dilakukan.
Pemerintah akan memfasilitasi warga terdampak, baik Nasrani maupun Muslim, dan melakukan relokasi ke beberapa lokasi yang telah disiapkan.
Bupati juga menegaskan pentingnya penataan kembali aset-aset gereja di beberapa wilayah seperti Karubaga, Bokondini, Wunin, Kanggime, Kembu, dan Taipe agar tertib dan sesuai peruntukannya.
Selain itu, beliau menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kabupaten Tolikara wajib tinggal di daerah tersebut. ASN tidak diperkenankan hanya bekerja di Tolikara sementara keluarga tinggal di luar daerah.
Pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan rumah dinas yang telah dibangun agar para ASN menetap di Tolikara.
Menurutnya, kehadiran ASN di daerah akan memberikan dampak nyata terhadap percepatan perputaran ekonomi. Selama ini, para mama-mama yang berjualan di pasar sering kekurangan pembeli.
Dengan seluruh ASN dan masyarakat tinggal di Tolikara, diharapkan roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
[Penulis : Diskomdigi Tolikara/Nendi]
