“๐๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฅ๐ผ๐ต ๐๐๐ฑ๐๐, ๐๐ถ๐๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐๐ ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ, ๐๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ. ๐ฃ๐ฎ๐ฝ๐๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ด๐๐ป๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฒ๐บ๐๐น๐ถ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป.”
"Momentum Pencurahan Roh Kudus tahun ini menjadi panggilan iman bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk kembali merawat kasih, persaudaraan, dan kedamaian di atas tanah yang diberkati Tuhan. Beberapa waktu terakhir, masyarakat Wamena, Lany Jaya di Papua Pegunungan menghadapi luka akibat konflik perang suku yang melibatkan kelompok dari Lanny, Kurima, dan Pirime di Distrik Woma.
Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan korban dan duka, tetapi juga menghadirkan rasa cemas, mengganggu ketenangan hidup masyarakat, memperlambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, hingga menghambat kehidupan sehari-hari rakyat kecil yang mendambakan kedamaian.
Namun di tengah situasi itu, Tuhan tetap bekerja melalui hati-hati yang mengutamakan perdamaian. Dengan penuh tanggung jawab, Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) JOHN TABO, SE., M.B.A., bersama Ibu Ribka Haluk Wakil Menteri Dalam Negeri , pemerintah daerah, para bupati se-Papua Pegunungan, tokoh adat, tokoh gereja, serta aparat gabungan TNI/POLRI, telah mengambil langkah mediasi dan menghadirkan prosesi adat perdamaian sebagai tanda komitmen bersama untuk mengakhiri konflik dan memulihkan persaudaraan.
Hari Pencurahan Roh Kudus mengajarkan bahwa Roh Tuhan turun bukan untuk memecah manusia, melainkan untuk mempersatukan hati, menyembuhkan luka, dan menghidupkan kembali harapan.
Roh Kudus memberi kekuatan kepada setiap orang untuk meninggalkan dendam, menahan amarah, serta berjalan bersama dalam kasih dan pengampunan.
Kiranya masyarakat Papua Pegunungan tidak lagi dikenal karena konflik, tetapi dikenal karena persatuan, iman, budaya yang luhur, dan semangat membangun masa depan yang damai bagi generasi mendatang. Dari lembah Baliem hingga seluruh tanah Papua, mari kita menjaga kedamaian sebagai warisan yang paling berharga.
“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat;
orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, orang-orangmu yang muda akan mendapat penglihatan.” — Yoel 2:28
Firman ini menjadi pengharapan bahwa Tuhan tidak meninggalkan tanah Papua. Roh Kudus dicurahkan bagi semua manusia tanpa membeda-bedakan suku, wilayah, maupun golongan.
Tuhan memanggil masyarakat Papua Pegunungan untuk bangkit dalam persatuan, saling menjaga sebagai saudara, dan membangun masa depan dengan hikmat, kasih, dan damai sejahtera. Dari luka konflik, Tuhan mampu melahirkan kekuatan baru untuk memulihkan Papua Pegunungan menjadi tanah damai yang memuliakan nama-Nya.
Selamat Hari Pencurahan Roh Kudus. Damai Tuhan menyertai seluruh masyarakat Papua Pegunungan dan Tanah Papua.
