Merauke TOLITVNEWS–Pemerintah Provinsi Papua Selatan resmi membuka Festival I Group Band Daerah Papua Selatan 2026 di Taman Mandala Merauke, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional itu menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung pencarian bakat bagi musisi muda dari empat kabupaten di Papua Selatan.
Pembukaan festival dihadiri Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, jajaran Forkopimda Papua Selatan, Ketua MRP Papua Selatan, unsur TNI-Polri, pimpinan OPD, dewan juri, panitia, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengapresiasi kerja keras panitia yang dinilai mampu menghadirkan festival musik daerah pertama di Papua Selatan meski dengan keterbatasan anggaran dan persiapan yang singkat.
“Kegiatan ini lahir dari ide para pemerhati seni dan budaya di Provinsi Papua Selatan. Walaupun waktunya singkat dan dukungan dana sangat minim karena belum terencana dalam program pemerintah daerah, tetapi karena semangat melestarikan seni dan budaya, kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana,” ujar Apolo.
Ia menyebut festival tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kreativitas dan potensi seni generasi muda Papua Selatan, khususnya di bidang musik.
“Semoga festival pertama ini menjadi momentum kebangkitan grup-grup band di wilayah Provinsi Papua Selatan di waktu yang akan datang,” katanya.
Apolo juga menyampaikan terima kasih kepada peserta dari Kabupaten Asmat, Mappi, dan Boven Digoel yang datang ke Merauke untuk mengikuti festival tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, kata dia, akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan festival serupa di masa mendatang dapat dipersiapkan lebih baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival I Group Band Daerah Papua Selatan, Burhan Zein, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai wadah pengembangan minat dan bakat musisi muda dari empat kabupaten di Papua Selatan.
Menurutnya, panitia membuka pendaftaran cukup panjang, sekitar 20 hari, guna menjaring antusiasme dan partisipasi generasi muda di bidang musik.
“Kita ingin ini menjadi kebangkitan musisi muda Papua Selatan. Ternyata dari daerah-daerah pinggiran juga banyak anak-anak muda yang memiliki kemampuan bermusik luar biasa,” ujar Burhan.
Ia mengungkapkan, sebanyak 17 grup band dari Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel resmi mengikuti festival tersebut. Para peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan pinggiran seperti Bintuni Dalam, Transito, Kampung Baru, Gudang Arang, Gudang Mati, dan Buti.
Festival tersebut menampilkan lagu-lagu daerah dan bahasa lokal Papua Selatan seperti Marind, Muyu, Mandobo, Awyu, Asmat, hingga Yei.
Panitia juga memberi ruang bagi peserta untuk membawakan karya ciptaan sendiri sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
“Ini bukan ajang permusuhan karena kalah atau menang, tetapi menjadi ruang prestasi dan adu kreativitas bermusik,” katanya.
Festival I Group Band Daerah Papua Selatan 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan pembagian penampilan dalam dua sesi.
Kegiatan akan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada grup band terbaik.
