Kobakma TOLITVNEWS–Insiden kericuhan yang terjadi saat perayaan kelulusan siswa SMA di Kobakma menjadi peringatan serius bagi semua pihak, terutama orang tua dan tenaga pendidik.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Itaman Thago, saat memberikan arahan di halaman Polres Mamberamo Tengah, yang disaksikan unsur Forkopimda, guru SMA Negeri Kobakma, orang tua siswa, serta masyarakat, pada Rabu (06/05/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali. Bahkan, jika insiden serupa terjadi untuk ketiga kalinya, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas melalui jalur hukum.
Kericuhan diketahui dipicu oleh aksi sejumlah siswa yang mengibarkan bendera yang tidak memiliki dasar hukum di Indonesia, sehingga memicu respons aparat keamanan dan berujung bentrokan yang menyebabkan beberapa orang terluka.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum, di mana seluruh simbol negara telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Semua sudah ada aturannya. Kita tidak bisa bertindak semaunya tanpa dasar hukum yang jelas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di sekolah, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak sebelum dibina oleh guru di sekolah.
“Didikan pertama itu dari orang tua. Jangan langsung menyalahkan guru. Kita harus sama-sama mendidik anak-anak kita supaya tidak terlibat dalam hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kejadian ini merupakan yang kedua kalinya terjadi. Oleh karena itu, ia meminta pihak sekolah untuk mengevaluasi pola pengumuman kelulusan agar tidak memicu euforia berlebihan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Ini sudah kedua kali. Ke depan harus ada pola yang lebih baik dalam penyampaian kelulusan, supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi,” katanya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa apabila insiden serupa kembali terjadi, maka tidak akan ada lagi pendekatan persuasif.
Penanganan akan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum, termasuk kemungkinan pemanggilan orang tua.
“Kalau sampai ketiga kali, kita tidak akan kumpul seperti ini lagi. Kita langsung proses hukum,” tegasnya.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang aman demi masa depan generasi muda di Mamberamo Tengah.
“Kita ingin hidup aman dan tenang. Anak-anak kita harus sekolah dengan baik dan punya masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
