Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Panpel Pesipura minta maaf Kepada Masyarakat papua Atas Kerusuhan Usai Pertandingan

Mei 11, 2026 | Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T03:01:19Z
JAYAPURA TOLITVNEWS-(SENTANI-Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Fred Itaar, akhirnya angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi usai laga Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).

Dalam pernyataannya pada Minggu (10/5/2026), Alberto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas insiden kerusuhan, pembakaran, dan perusakan fasilitas stadion yang terjadi setelah pertandingan berakhir.

“Saya selaku Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persipura memohon maaf atas peristiwa yang terjadi pada 8 Mei 2026. Saya sangat kecewa atas kejadian tersebut, namun sebagai Ketua Panpel saya juga memiliki keterbatasan,” ujar Alberto.

Ia menjelaskan, pihak panitia telah melaksanakan seluruh tahapan pertandingan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

 Menurutnya, pertandingan berlangsung aman dan lancar hingga peluit panjang dibunyikan.

“Kami telah melaksanakan pertandingan sesuai standar operasional prosedur Panitia Pelaksana.

 Pertandingan berjalan sesuai dengan rencana hingga selesai,” ungkapnya.

Namun situasi berubah setelah laga berakhir. 

Sejumlah oknum penonton dilaporkan melakukan aksi anarkis berupa pembakaran dan perusakan fasilitas stadion.

Kericuhan tersebut dipicu kekecewaan suporter setelah Persipura gagal meraih tiket promosi ke Liga 1 usai kalah 0-1 dari Adhyaksa FC.

“Setelah pertandingan selesai terjadi kericuhan, pembakaran, dan pengrusakan fasilitas stadion,” lanjut Alberto.

Atas kejadian itu, pihak panitia hingga kini masih terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menangani dampak kerusuhan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pertandingan.

Sementara itu, redaksi juga menerima data sementara terkait kendaraan dan barang milik aparat keamanan yang hilang, rusak, maupun terbakar pasca kerusuhan di Stadion Papua Bangkit pada Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan hilang, rusak, hingga hangus terbakar.

 Selain itu, sejumlah telepon genggam milik anggota kepolisian juga dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.

Untuk kendaraan roda dua yang hilang, tercatat puluhan unit sepeda motor milik anggota kepolisian dan pribadi, di antaranya Honda Scoopy, Honda Beat, Yamaha X-Ride, Yamaha Aerox, Honda CRF, hingga Honda PCX.

Sementara kendaraan dinas roda dua yang mengalami kerusakan dan terbakar terdiri dari motor operasional Sabhara, Bhabinkamtibmas, Logistik, Binmas, hingga kendaraan dinas lalu lintas Polres Jayapura.

Pada kategori kendaraan roda empat dinas, sejumlah mobil operasional kepolisian dilaporkan terbakar, termasuk mobil Hilux dinas Ditreskrimum, D-Max Resmob, truk Dit Samapta, kendaraan SPN, hingga ambulans Sat Brimobda Papua.

Sedangkan kendaraan pribadi yang mengalami kerusakan dan terbakar meliputi Honda Brio, Suzuki Ertiga, Avanza, Honda HRV, Honda Mobilio, Toyota Calya, hingga Mitsubishi Triton.

Tak hanya itu, sedikitnya 10 unit telepon genggam berbagai merek seperti iPhone, Vivo, Oppo, Poco, dan Tecno juga dilaporkan hilang pasca kericuhan.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan masih melakukan pendataan lanjutan terkait total kerugian materil serta penyelidikan terhadap pelaku perusakan dan pembakaran fasilitas stadion maupun kendaraan milik aparat dan masyarakat.(***)
KETUA PANPEL PERSIPURA MINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT PAPUA ATAS KERUSUHAN USAI PERTANDINGAN

×
Berita Terbaru Update