Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perempuan Marind Asal Merauke Mengaku Merasa Dijebak dalam Film “Pesta Babi”

Mei 24, 2026 | Mei 24, 2026 WIB Last Updated 2026-05-24T05:38:17Z
Merauke TOLITVNEWS–Video pengakuan Yasinta Moiwend, perempuan Marind asal Distrik Ilwayab, Kampung Wogekel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, beredar luas di media sosial dengan narasi dirinya diduga dimanfaatkan oleh pihak tertentu terkait film dokumenter “Pesta Babi”.

Dalam video tersebut, Yasinta mengaku kecewa karena dirinya tidak mengetahui sejak awal bahwa keterlibatannya akan dijadikan bagian dari film yang kemudian diputar di Jayapura.

“Saya tidak tahu. Saya sumpah demi Tuhan, saya tidak tahu mereka buat film itu,” kata Yasinta dalam video yang beredar.

Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin terkait penayangan dirinya dalam film tersebut dan mengaku terkejut saat melihat dirinya tampil dalam pemutaran film di Jayapura.

“Itu tanpa izin dari saya, tanpa pengetahuan dari saya. Saya kaget waktu di Jayapura mereka putar. Oh, saya ditampil ke depan,” ujarnya.

Yasinta bahkan mempertanyakan alasan dirinya ditampilkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Apa saya ini boneka atau ukiran Asmat yang ditampilkan tanpa ketahuan saya,” katanya.

Perempuan kelahiran 1964 itu juga menceritakan dirinya beberapa kali dibawa ke Jakarta, Bogor, Makassar hingga Jayapura. Namun menurutnya, ia tidak memperoleh bantuan ataupun manfaat nyata.

“Saya pulang pergi Jakarta enam kali tahun lalu, ke Makassar tiga kali, Jayapura dua kali. Tapi saya cuma dapat capek,” ujarnya.

Ia juga mengaku kondisi hidupnya masih memprihatinkan dan bantuan yang diharapkan tak pernah terealisasi.

“Saya sudah sampaikan rumah saya tidak layak. Baru minta beli HP saja sampai hari ini tidak ada,” katanya.

Dalam percakapan di video tersebut, Yasinta juga menyebut dirinya merasa dimanfaatkan.

“Itu sama saja mereka memanfaatkan saya,” ucapnya.

Video pengakuan Yasinta kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dengan judul maupun narasi yang menyebut dirinya dimanfaatkan oleh LSM terkait produksi film dokumenter “Pesta Babi”.
×
Berita Terbaru Update