Kobakma TOLITVNEWS-Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Mamberamo Tengah, Selasa (19/05/2026).
Aksi tersebut merupakan kali kedua dilakukan ASN dengan tuntutan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta meminta Pemerintah Daerah membatalkan kebijakan pemotongan TPP sebesar 50 persen.
Sebelumnya, pada aksi pertama, Bupati Yonas Kenelak sempat berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun hingga kini tuntutan ASN belum terealisasi sehingga aksi kembali dilakukan.
Dari pantauan media di lokasi aksi, Wakil Bupati Itaman Thago hadir langsung menemui massa aksi dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan perwakilan ASN.
Turut mendampingi, Wakapolres Mamberamo Tengah bersama sejumlah perwira kepolisian.
Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati Itaman Thago mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik sehingga berdampak pada jalannya pemerintahan dan pelayanan.
“Bapak ibu sudah bekerja, bertahan di sini dan melaksanakan kewajiban, tetapi hak yang dituntut sampai sekarang belum terpenuhi. Kabupaten kita ini tidak baik-baik saja,” ujar Itaman.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan pemerintahan, baik fisik maupun nonfisik, saat ini mengalami hambatan akibat persoalan pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, maka pelaksanaan program daerah dapat terganggu dan berdampak pada penurunan anggaran daerah.
“Kalau kegiatan tidak berjalan, anggaran bisa dikembalikan ke pusat dan kita berpotensi mengalami pemotongan lagi.
Kalau itu terjadi, kondisi daerah akan semakin sulit,” katanya.
Wakil Bupati juga menegaskan dirinya bukan pihak pengambil keputusan, melainkan hanya menjalankan fungsi koordinasi dan menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait.
“Saya bukan seorang pengambil keputusan. Saya hanya menyampaikan koordinasi, tetapi ruang untuk menyampaikan itu tertutup.
Karena itu kita harus mencari jalur lain supaya persoalan ini bisa mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut telah berdampak luas terhadap masyarakat dan ASN di Kabupaten Mamberamo Tengah.
“Ini mempengaruhi banyak orang. Karena itu saya berterima kasih kepada bapak ibu ASN yang masih peduli untuk membangun Kabupaten Mamberamo Tengah dan menjaga roda pemerintahan tetap berjalan,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Itaman Thago meminta perwakilan ASN menyiapkan data dan tim untuk bersama-sama menemui Gubernur Papua Pegunungan guna menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Tengah.
“Kita sama-sama merasakan kesulitan ini. Karena itu mari kita bersama-sama membela daerah ini dan meminta pendapat dari pemerintah yang lebih tinggi,” tutupnya.
