Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jalan Tolikara–Puncak Jaya Rusak Parah, Warga Kesal, Dibiarkan Bertahun-tahun

Januari 17, 2026 | Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T12:11:29Z
Tolikara.TOLITVNEWS.Jalan raya penghubung Tolikara–Puncak Jaya rusak total,Aspal mengelupas,Lubang menganga di banyak titik.

Akses vital antar wilayah Distrik kabupaten di Papua Pegunungan kini lebih mirip jalur darurat daripada jalan provinsi.

Kondisi tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar luas di sejumlah grup WhatsApp Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam rekaman itu terlihat badan jalan hancur, dan sulit dilalui kendaraan.

Yotis Gire, yang mengaku sebagai kepala suku Gire Puncak Jaya dan kerap bolak-balik Tolikara–Puncak Jaya, tak menyembunyikan kekesalannya.

Ia menilai kerusakan jalan sudah berlangsung lama, namun nyaris tanpa sentuhan perbaikan.

“Ini bukan baru satu atau dua tahun, Sudah lama sekali.

 Tapi seperti dibiarkan begitu saja,” kata Yotis dalam video yang beredar, dengan nada geram.

Menurut dia, jalan tersebut menjadi urat nadi mobilitas warga.

 Bukan hanya untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga akses pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan,Namun realitas di lapangan justru berbanding terbalik.

“Kalau hujan, kendaraan bisa terjebak berjam-jam. Jalan berlubang di mana-mana. Ini menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

Yotis menilai kondisi ini mencerminkan minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar di wilayah pegunungan, Ia menyebut ada kesan pembiaran dari tahun ke tahun.

“Kalau jalan rusak terus begini, bagaimana orang mau bawa hasil kebun? Bagaimana kalau ada orang sakit darurat?” ucapnya.

Hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret perbaikan.

 Jalan tetap rusak,Lubang tetap menganga, Sementara warga terus bertaruh dengan waktu dan risiko setiap kali melintas.

Masyarakat berharap pemerintah Tolikara tidak lagi menunggu video viral untuk bertindak.

 Jalan Tolikara–Puncak Jaya bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan hidup sehari-hari,Jika terus diabaikan, dampaknya akan semakin panjang.

Kepala suku Yoti Gire dengan nada keras Soroti Bupati Tolikara, Bahwa bupati dan wakil Bupati anak-anak putra asli Tolikara tentunya membangun negeri tapi nyatanya pembangunan itu kami masyarakat belum rasakan dimana hati membangun.

Beliau dipilih oleh rakyat membangun negeri terutama jalan trans puncak jaya Tolikara sampai saat ini belum ada renovasi.

Pemkab puncak jaya sudah bangun jalan aspal sampai masuk distrik woniki wilayah pembangunan Tolikara, pemerintah Tolikara malu ka tidak hal itu disampaikan langsung di dalam videonya.Yotis Gire."

Usulan dari kami masyarakat puncak Jaya merupakan bagian dari kepedulian pembangunan dan harus Terima oleh pemerintah daerah agar dengan ini untuk menjadi evaluasi kinerja dan pemerintah lebih serius untuk perhatikan pembangunan infrastruktur terutama akses jln.

Gubernur Papua pegunungan Jhon Tabo sebagai bagian dari anak Tolikara tegur kepala daerah agar rasa bisa membangun kabupaten Tolikara.

Kami sebagai masyarakat dukung kalian jadi bupati dan wakil Bupati maka usulan kami harus diterima jikalau tidak kami masyarakat jatuh atau korban kecelakaan di sepanjang jalan ini maka kami masyarakat akan nuntut kepada pemerintah tegasnya."

Selama pemerintah Tolikara tidak bangun jalan maka sepanjang jalan trans Wamena, Tolikara, puncak jaya masyarakat Tolikara selalu palang, memalang itu terjadi karena salahnya pemerintah bukan rakyat."Tandas*YotiGire*
×
Berita Terbaru Update