Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kadis Bokondini Rafles wunungga Perang aksi nyata Melawan Narkoba, dan Miras

Juli 14, 2026 | Juli 14, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T01:27:01Z
Karubaga TOLITVNEWS -Langkah kepala Distrik bokondini Rafles wunungga bersama jajaran Polsek yang bertugas di kota bokondini bersama-sama kampanyekan bahaya miras dan narkoba.

Pihaknya mengadeng bersama kepala Distrik bokondini aparat Polsek, Karamil pimpinan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Bogo, para pimpinan klasis, tokoh agama, adat, masyarakat, dan tokoh pemuda serta kalangan intelektual.
Bokondini sabtu 10 juli 2026

Rafles menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak ada lagi ruang bagi praktik peredaran dan penjualan narkoba, miras maupun berbagai perilaku yang merusak masa depan generasi muda di bokondini. 

Karena itu, ia bersama berbagai elemen menyatakan komitmen bersama memerangi berbagai penyakit sosial karena mengancam kehidupan masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar penertiban namun tekad besar menjaga bokondini, tetap aman, damai, bersih, dan menjadi kota yang memberi harapan bagi lahirnya Gereja Injili di Indonesia (GIDI), wilayah Bogo. generasi Bogoga yang sehat, beriman, cerdas, dan berkarakter,” ujar Rafles. 

Tak tanggung-tanggung, kepala Distrik bokondini memimpin langsung kampanye melawan narkoba, miras, dan perjudian sekaligus menegaskan, pemerintah hadir bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat, melainkan melindungi kehidupan dan masa depan anak-anak Bokondini dari pengaruh buruk aneka penyakit sosial yang terjadi di tengah masyarakat. 

“Setiap rupiah yang dimiliki masyarakat seharusnya dipergunakan untuk membangun keluarga, membiayai pendidikan anak,dan meningkatkan kesejahteraan. 

"Bukan dihabiskan untuk aktivitas yang hanya menghancurkan Psikologi kesehatan, moral, ekonomi keluarga, serta masa depan generasi penerus,” tutur Rafles. 

Dalam kesempatan tersebut, Wunungga tokoh muda dari timur juga kepala Distrik bokondini yang baru saja ditunjuk oleh bupati Tolikara Wilem Wandik, S.Sos memberikan peringatan, warning kepada seluruh aparatur kepala kampung, serta aparat polsek dan Koramil agar menjadi panutan, teladan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Distrik bokondini tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras maupun pelanggaran lainnya, sanksi tersebut dikenakan  biaya 1 botol  10 juta kalikan banyaknya tinggal kami hitung  pemerintahan yang baru akan diproses pelakunya sesuai kesepakatan 12 suku Tahun 2017 silam saat itu kami aktifkan kembali.ucapnya".

Langkah Pemerintah Distrik bokondini bersama memerangi penyakit sosial di atas didukung penuh pihak GIDI Wilayah Bogo, dan Kader GIDI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama pemerintah dalam membangun negeri yang kita cintai ini. 

sebagai Kota Injil yang bebas dari narkoba, miras, dan perjudian serta berbagai tindakan yang merusak akhlak dan moral masyarakat.

“Pemerintah Distrik bokondini ingatkan para kepala kampung serta seluruh tokoh masyarakat harus menjadi contoh nyata bagi generasi muda melalui sikap hidup yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu  kapolsek Bokondini Renardus Sekenyap, mengingatkan bahwa sejak pertama kali Injil diberitakan di Lembah bogo, tanah ini telah dipersembahkan kepada Tuhan sebagai tanah damai dan penuh berkat."

Oleh Karena itu, menurut Renardus,bersama pemerintah Distrik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kesucian kehidupan masyarakat dan melindungi generasi muda dari pengaruh yang menghancurkan masa depan.
“Polsek Bokondini tidak akan mentoleransi yang terbukti terlibat dalam perjudian, minuman keras, maupun penyalahgunaan narkoba. 

Bagi Setiap pengedar miras, pelaku miras, dan Narkoba akan diproses sesuai aturan gereja, bahkan peraturan perudang-udang yang berlaku, dan pada 10 juli 2026 kami mendapat pelaku miras berinisial GP, DB merusak pos kesehatan Puskesmas bokondini setalah mabuk, dan langsung di tindak tegas membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi di kemudian hari di polsek Bokondini, di saksikan langsung Kepala Distrik bokondini, Kapolsek Bokondini, Wakapolsek Bokondini, toko intelektual, toko Gereja, toko pemuda membuat perjanjian di polsek agar kemudian hari kedua pelaku GP dan DB tidak buat lagi. katanya ".

Sinergi Pemerintah Distrik, polsek, koramil dan Gereja serta berbagai elemen menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan karakter, moral, dan iman masyarakat.

Melalui gerakan bersama ini diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan generasi muda adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Bokondini terus tumbuh sebagai kota injil yang bersih, aman, damai, serta menjadi rumah yang layak bagi lahirnya Gereja injili di Indonesia (GIDI),(generasi Bogoga yang unggul, sehat, berintegritas, dan siap membangun daerah, termasuk kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan dan Indonesia.Tandasnya."(DMK.*
×
Berita Terbaru Update