WAMENA,TOLITVNEWS-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memediasi penyelesaian persoalan lahan program cetak sawah rakyat yang melibatkan masyarakat dari Distrik Usilimo, Distrik Musatfak, dan Distrik Kurulu. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Jayawijaya, Senin, 31 Agustus 2026.
Mediasi dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., bersama kepala distrik, tokoh adat dan tokoh intelektual dari pihak yang berselisih.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah poin penting sebagai dasar penyelesaian persoalan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan, pemerintah daerah hadir sebagai mediator untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan menghindari terjadinya konflik yang lebih besar.
“Hari ini, 31 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Bupati Kabupaten Jayawijaya, kami telah memediasi warga dari Distrik Musatfak, Distrik Usilimo serta Kurulu berkaitan dengan permasalahan lahan percetakan persawahan,” ujar Atenius.
Menurutnya, perselisihan yang sebelumnya terjadi antara kedua belah pihak telah diselesaikan melalui dialog dan kesepakatan bersama dengan mengedepankan kepala dingin serta musyawarah.
“Dengan kepala dingin, sepanjang hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya sebagai mediator telah memediasi dan memutuskan beberapa hal pokok yang telah ditandatangani bersama,” katanya.
Atenius menegaskan bahwa dengan adanya kesepakatan tersebut, masyarakat di tiga distrik diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas tanpa adanya ancaman maupun potensi konflik.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jayawijaya untuk menjaga perdamaian dan mendukung seluruh program pemerintah, khususnya program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Yang sudah terjadi, bersama-sama kita nyatakan perdamaian. Selanjutnya aktivitas masyarakat di tiga distrik ataupun seluruh 40 distrik dapat berjalan dengan baik. Semua program pemerintahan mari kita laksanakan bersama untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam berita acara penyelesaian masalah tersebut, para pihak juga menyepakati untuk menjaga batas wilayah, mendukung program cetak sawah rakyat, tidak melakukan pemalangan terhadap aktivitas masyarakat, serta menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di kemudian hari melalui musyawarah dan mufakat.
Bupati Atenius Murip berharap kesepakatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat dan memastikan program pembangunan pertanian dapat berjalan dengan baik.
“Mari kita jaga perdamaian dan bersama-sama membangun Jayawijaya. Tuhan memberkati,” pungkasnya.
