Tolikara,TOLITVNEWS—Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tolikara memperkuat peran organisasi hingga tingkat distrik dan kampung.
Upaya itu ditandai dengan pengukuhan TP-PKK Distrik Lianogoma dan Distrik Konda serta pencanangan 10 Program Pokok PKK, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE., MM., tersebut juga ditandai dengan pemasangan papan nama TP-PKK distrik dan papan nama Posyandu di kedua wilayah.
Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal dari aktivitas pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama di tingkat keluarga dan kampung.
Selain pengukuhan, TP-PKK Kabupaten Tolikara juga menyematkan lencana PKK kepada para ibu kepala distrik dan ibu kepala kampung yang ditunjuk untuk mendukung pelaksanaan program PKK di wilayah masing-masing.
Penyematan lencana menjadi simbol tanggung jawab sekaligus komitmen para penggerak PKK dalam mendorong keluarga dan masyarakat membangun lingkungan yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, mengatakan keberadaan PKK di tingkat distrik dan kampung harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, 10 Program Pokok PKK dan Posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Perannya mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemanfaatan lingkungan, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Ia meminta seluruh pengurus dan kader PKK menjaga konsistensi program, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta mengembangkan potensi yang tersedia di masing-masing kampung.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap PKK dan Posyandu dapat berjalan aktif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat di setiap distrik dan kampung,” ujar Elisabet.
Menurutnya, keluarga tidak semata-mata menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga merupakan kekuatan utama yang dapat menggerakkan pembangunan dari tingkat paling bawah.
Karena itu, penguatan PKK di distrik dan kampung diharapkan menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Keluarga yang sehat, anak-anak yang memperoleh perhatian dan pendidikan yang baik, serta masyarakat yang mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal dinilai menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kesejahteraan daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen bersama hasil kebun PKK di Distrik Konda,Kebun tersebut sebelumnya ditanami oleh salah satu istri Kepala Kampung Gimo, Distrik Konda.
manfaatan lahan menjadi kebun keluarga itu menjadi contoh sederhana penerapan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif.
Pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan yang tersedia di sekitar permukiman diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Selain memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, hasil kebun juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Panen bersama tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Kegiatan menanam, merawat, hingga memanen dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Suasana panen juga memperkuat semangat gotong royong antara TP-PKK, pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader, dan masyarakat.
TP-PKK Kabupaten Tolikara berharap pencanangan 10 Program Pokok PKK di Distrik Lianogoma dan Distrik Konda menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan pemberdayaan ke wilayah lainnya.
Penguatan kelembagaan PKK, peningkatan aktivitas Posyandu, pemberdayaan perempuan, pemanfaatan lahan, dan pengembangan potensi keluarga diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Keterlibatan ibu kepala distrik, ibu kepala kampung, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program tersebut semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Dari distrik hingga kampung, dari Posyandu hingga kebun keluarga, PKK diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan manusia sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun masyarakat Tolikara yang religius, berbudaya, mandiri, adil, dan sejahtera dengan menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, 10 Program Pokok PKK diharapkan tidak sekadar menjadi program kelembagaan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera di seluruh Kabupaten Tolikara. (Diskomdigi Tolikara)
